Tanda-Tanda Kejang Ketika Anak Sakit Panas

Tanda-Tanda Kejang Ketika Anak Sakit Panas

Tanda-Tanda Kejang Ketika Anak Sakit PanasĀ – Kejang pada anak, terutama usia balita, seringkali tidak dimengerti oleh para orang tua. Akibatnya, orang tua kerap menjadi panik dan berpotensi melakukan langkah yang justru salah dan membahayakan. Banyak orang bilang anak kecil yang pernah mengalami kejang-kejang atau “Step” saat sakit demam tinggi berpotensi mengalami kerusakan pada otak, dan berbagai kelainan saat dewasa nantinya. Nah, hal tersebut sebenarnya kurang benar Bunda. Kejang tidak akan menyebabkan kerusakan permanen pada otak. Namun, ada beberapa gejala kejang yang bisa Anda awasi saat anak sakit panas. Baca juga Tips Pertolongan Pertama Luka Bakar. Apa saja tanda-tanda kejang pada anak? Kejang pada anak muncul secara mendadak, gerakannya tidak dapat dikontrol, tidak berhenti bila dipegang, dapat muncul saat tidur, serta dapat disertai penurunan kesadaran. Secara fisik, anak yang kejang biasanya akan kaku atau kelojotan, atau bisa juga disertai wajah yang membiru atau pucat, kedutan pada wajah, hingga perubahan perilaku seperti mengamuk atau tertawa tanpa sebab. sebelum kejang, anak biasanya akan pingsan di tengah demam tingginya. Anak Anda akan jatuh ketika diajak berdiri, dan mungkin akan ngompol secara tidak sadar. Kemudian, salah satu gejala paling umm adalah adanya hentakan-hentakan tidak teratur dari kaki dan tangan anak. Waspadai jika anak mulai mengalami kesulitan bernafas dan timbul gumpalan busa di ujung-ujung mulut. Biasanya, sebelum kejang, anak juga akan bertambah pucat atau malah terdapat warna kebiru-biruan di kulitnya. Selain itu, bola mata anak juga akan cenderung membalik hingga hanya terlihat bagian putihnya saja. Usai kejang mereda, biasanya anak akan mebutuhkan waktu selama lima belas menit untuk kembali sadar dengan sempurna, namun situasi emosionalnya masih belum sepenuhnya dan bisa lekas marah. Jangan kaget juga...
0 Flares Facebook 0 Google+ 0 Twitter 0 Pin It Share 0 Filament.io 0 Flares ×